Lagi…dan akhirnya SKS lagi
karena laporan datang lagi
meninggalkan sejuta kelelahan
yang ada dihati
Laporan, tugas, jurnal, kuis, dan serentetan kegiatan lainnya sudah
menjadi santapan para mahasiswa MIPA. Dan mayoritas dari mahasiswa ini memilih
untuk mengerjakannya dengan Sistem Kebut Semalam (SKS). Alhasil, bagi para SKS_er (Sebutan bagi para pecinta SKS)
pada hari-hari padat tugas dan padat laporan adalah hari yang paling menggalaukan. Dalam waktu semalam dituntut untuk bisa menyelesaikan
laporan, tugas dosen, belum lagi harus belajar untuk kuis besok siang. Di malam
- malam yang seperti itu yang membuat sebagian dari mahasiswa akan stress berat, setiap menit bagaikan di
neraka.
Kisah dari salah seorang mahasiswa , praktikum telah menunggu esok hari, laporan
belum selesai, tugas pendahuluan masih bersih belum ternodai oleh tinta.
Menghitung jam, tinggal 16 jam 35 menit lagi. Eh…ternyata besok ada UTS. Apa
yang harus dia lakukan, belajar, mengerjakan laporan atau mengerjakan tugas.
Disaat yang galau seperti ini dia akhirnya memutuskan untuk tidak tidur
semalaman. Dengan seluruh dayanya dia mengerjakan semuanya. Dengan sebuah
kekuatan yang dinamakan “The Power of
Kepepet” akhirnya terselesaikan sudah seluruh tugasnya. Tapi apa yang akan
terjadi selanjutnya??. Di siang hari saat UTS berlangsung kantuk tak dapat di
elakkan. Konsentrasi buyar seketika.
Semua yang dia pelajar menghilang entah kemana.
SKS yang telah mendarah daging ini tetap saja dilakukan oleh mereka para
SKS-er meski mereka tahu bahwa hal ini tidak efektif. Hasil yang akan
didapatkan dari SKS tidak akan maksimal. Karena dengan SKS para SKS-er dikejar
oleh waktu. Namun dengan berbagai alasan klasik mereka memilih sistem ini.
Bahkan dengan menggunakan sistem yang demikian, ilmu yang diperoleh sangat kecil.
Saat ujian ketika seseorang menggunakan sistem ini yang biasa terjadi adalah
mereka menghafalkan suatu materi atau teori, namun mereka tidak memahami apa
yang mereka pelajari, sehingga dalam jangka waktu yang sangat singkat semua
yang telah dipelajari akan hilang. Padahal dalam aplikasi kehidupan, para
mahasiswa MIPA tidak dituntut untuk hafal semua materi dari dosen, namun
dituntut untuk memahami apa maksud dari teori – teori yang telah di berikan
oleh dosen sehingga saat praktik dalam kehidupan masyarakat mahasiswa
memberikan pencerahan kepada masyarakat awam.
![]() |
| SKS lagi |
Banyak mahasiswa telah menyadari bahwa
SKS ini sangat banyak dampak negatifnya,
misalnya saja karena kekurangan tidur badan maka akan kelelahan, terlalu
memaksakan diri untuk tetap terjaga sangat tidak baik dampaknya.
So, masa membuat laporankan akan segera berakhir, dan UAS telah
menyambut. Segera lakukan perubahan. Berikut ada beberapa strategi telah diterapkan dalam literatur
psikologi kognitif. Strategi ini menawarkan sejumlah cara yang bagus untuk
meningkatkan daya ingat dan retensi informasi. Simak, yuk!
1. Fokuskan perhatian
pada materi yang dipelajari
Perhatian
adalah salah satu komponen utama dari memori. Agar sebuah informasi pada
ingatan berpindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang, ada cara
yang bisa dilakukan. Apa itu? Cobalah untuk belajar di tempat yang bebas dari
gangguan, seperti televisi, musik, atau hiburan lainnya
2. Hindari belajar dengan sistem 'kebut semalam'
2. Hindari belajar dengan sistem 'kebut semalam'
Belajarlah
secara teratur. Penelitian menunjukkan bahwa dengan sistem belajar yang teratur
akan membuat seseorang dapat mengingat materi pembelajaran lebih baik dan lebih
panjang daripada mereka yang menggunakan sistem 'kebut semalam', dengan waktu
yang sangat terbatas.
3. Susun dan atur setiap informasi yang akan dipelajari
Para
peneliti menemukan bahwa setiap informasi telah diatur dalam memori dan sudah
dikelompokkan. Gunakan memori itu untuk menata dan mengorganisasi materi yang Kita
pelajari. Cobalah mengelompokkan bagan-bagan atau istilah-istilah secara
bersamaan pada catatan Kita.
4.
Memanfaatkan perangkat mnemonik
Perangkat
mnemonik merupakan alat untuk membantu ingatan/menghafal informasi. Perangkat
ini juga menjadi teknik yang sering digunakan oleh siswa untuk membantu
mengingat. Dengan
cara mengasosiasikan istilah yang
akan kita ingat
dengan benda yang akrab dengan kita.
Misalnya, dengan syair, lagu, atau lelucon tertentu.
5.
Menguraikan dan melatih lagi setiap informasi yang sudah dipelajari
Untuk
mengingat suatu informasi, kita perlu untuk
mengkodekan apa yang telah kita pelajari ke dalam
memori jangka panjang. Salah satu teknik pengkodean paling efektif dikenal
sebagai latihan elaboratif. Contoh dari teknik ini adalah dengan mencari kata
kunci dari sebuah definisi. Mempelajari definisi tersebut, kemudian membaca
penjelasannya secara lebih rinci. Ulangi proses ini beberapa kali, maka daya
ingat kita akan jauh lebih baik.
6. Menghubungkan informasi baru dengan hal-hal yang sudah diketahui
Ketika sedang mempelajari bahan asing, luangkan waktu untuk
menghubungkan informasi tersebut dengan hal-hal yang sudah kita ketahui. Dengan menghubungkan ide yang baru dengan
ingatan sebelumnya, kita bisa secara tak
diduga mengembangkan kemungkinan mengingat informasi yang baru dipelajari.
7. Visualisasikan informasi untuk meningkatkan daya ingat
7. Visualisasikan informasi untuk meningkatkan daya ingat
Banyak
orang mendapatkan keuntungan besar dari memvisualisasikan informasi yang mereka
pelajari. Perhatikan foto, grafik, atau gambar dalam buku teks kita. Jika tidak
ada, buatlah sendiri. Gambarlah grafik atau bagan di pinggir catatan Kita.
Gunakan stabilo atau pena berwarna pada kelompok yang terkait dengan materi kita.
8. Mengajarkan konsep belajar baru kepada orang lain
Penelitian
menunjukkan bahwa dengan mengeraskan suara pada saat belajar akan meningkatkan
daya ingat. Pendidik dan psikolog juga menemukan bahwa siswa yang mengajarkan
belajar dengan konsep baru kepada orang lain akan meningkatkan pemahaman dan
daya ingat. Kita dapat menggunakan pendekatan ini dalam proses belajar kita.
9. Memberikan waktu ekstra pada bagian yang sulit
Pernahkah
merasa bahwa mengingat sebuah informasi di awal dan di akhir kadang-kadang
lebih mudah? Para peneliti telah menemukan bahwa urutan informasi dapat
berperan dalam proses mengingat.Hal ini dikenal sebagai efek posisi serial.
Sementara,
mengingat informasi di tengah lebih sulit. Kita dapat mengatasi masalah ini
dengan menghabiskan waktu ekstra pada informasi ini. Strategi lain adalah
dengan mencoba restrukturisasi informasi sehingga akan lebih mudah untuk
diingat. Bila Kita menemukan bagian yang sangat sulit, curahkan waktu ekstra
untuk menghafal informasi tersebut.
10. Variasikan rutinitas studi
Banyak
cara untuk meningkatkan daya ingat kita,
yaitu dengan sesekali mengubah rutinitas belajar. Jika kita terbiasa untuk belajar pada lokasi tertentu, coba
pindah ke tempat yang berbeda pada sesi belajar berikutnya. Misalnya, jika kita belajar di malam hari, cobalah menghabiskan
beberapa menit di pagi hari untuk meninjau informasi yang telah dipelajari pada malam sebelumnya. Dengan menambahkan
unsur baru pada sesi belajar ini, Kita dapat meningkatkan efektivitas secara
signifikan dalam upaya kita untuk meningkatkan
daya ingat dengan jangka panjang.










0 komentar:
Posting Komentar